Dua Mantan Kepsek SMP Di Boltim Mohon Maaf Atas Kasus “Goyang Bento” 

Boltim, Terkini216 Dilihat

JEJAK.NEWS, BOLTIM– Mantan Kepala SMP N Kotabunan dan SMP N 3 Tutuyan yang baru saja dicopot dari jabatan mereka, menyampaikan permintaan maaf kepada Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan seluruh masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) atas kelalaian mereka dalam insiden viralnya video goyang bento yang bersifat erotis oleh siswi dari kedua SMP tersebut. 

Kejadian tersebut berbuntut dicopotnya kedua kepala SMP tersebut karena dianggap lalai dalam mendidik siswi yang melakukan goyang erotis, atas dorongan dari masyarakat Bupati mengambil langkah koreksi terhadap insiden beredarnya rekaman video erotis yang dipertontonkan oleh siswi yang mengikuti lomba drumband pada peringatan HUT RI ke-77 lalu. 

Permohonan maaf kedua mantan kepala sekolah tersebut dikirimkan oleh pihak Dinas Pendidikan dalam bentuk pernyataan yang disampaikan kepada media pada Jumat, 19/08/22. Berikut pernyataan mantan Kepala SMP N Kotabunan Lutfi Bazmul, S.Pd.

“Saya sebagai (mantan,red) Kepala  SMP N Daerah Kotabunan, memohon maaf kepada publik karena ada tarian yang tidak sewajarnya ditarikan anak anak seusia mereka yang masih SMP, itu di luar apa yang ajarkan pelatih kepada mereka.

Tapi apapun itu kami sebagai kepala sekolah harus bertanggung jawab dengan gentle mengakui bahwa ini adalah kelalaian dan kesalahan kami, mungkin kedepan kami akan lebih memperhatikan hal hal yang menyangkut moralitas. 

Kami juga mohon maaf kepada pemerintah daerah khususnya Bupati, dan kami menerima sanksi yang diberikan bupati kepada kami dengan ikhlas, karena kami menyadari itu kelalaian kami sebagai kepala sekolah,” demikian tulis Lutfi Bazmul, S.Pd yang diterima redaksi.

Baca Juga: Aksi Erotis Siswi Viral, Bupati Copot Dua Kepsek

Disaat yang sama mantan Kepala SMP N 3 Tutuyan, Unggu Altje Saroinsong S.Pd. juga mengirimkan permintaan maaf secara tertulis kepada media melalui Dinas Pendidikan Boltim, Berikut isi permohonan maaf beliau.

“Saya selaku mantan Pimpinan SMP N 3 Tutuyan, menyampaikan permohonan maaf kepada semua  masyarakat Sulawesi utara khususnya masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, teristimewa Bapak Bupati, atas adanya gerakan drum band yg dipertontonkan anak anak kami, yang kami akui hal ini tidak cocok diperagakan oleh anak anak di usia sekolah.

Dan saya menerima dengan ikhlas sanksi yang diberikan Bapak Bupati kepada saya, karena saya memahami bahwa hal ini adalah kelalaian saya selaku kepala sekolah. 

Keputusan Bupati ini menjadi pembelajaran yg sangat berharga bagi saya bahwa dalam membimbing siswa tidak sekedar membuat siswa pintar, akan tetapi siswa juga harus menjunjung tinggi moralitas. Terima kasih Pak Bupati yg telah mengedukasi saya bahkan masyarakat pada umumnya, untuk kedepannya hal-hal ini akan saya perbaiki.

Semoga Tuhan selalu Memberkati kita semua,” demikian isi permohonan maaf dari Altje Saroinsong.(*).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *