KPU Kotamobagu Gelar Rakor dengan Media Massa, Hairun: Jurnalis Merupakan Bagian dari Sukses Tidaknya Pemilu

Kotamobagu189 Dilihat

JEJAK.NEWS, KOTAMOBAGU—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kotamobagu menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sosialisasi dalam rangka penyelenggaraan Pemilu bersama media massa se-Kota Kotamobagu pada Jumat (26/1).

Dalam rakor yang digelar di hotel Sutanraja Kotamobagu tersebut dibuka oleh Kadiv Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM KPU Kotamobagu Hairun Laode.

Dalam sambutannya, Hairun menyampaikan, media punya peran vital dalam penyelenggaraan Pemilu tahun 2024.

“Teman-teman media merupakan bagian dari sukses tidaknya Pemilu tahun 2024,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan, pihaknya sangat terbuka terkait informasi menyangkut pemberitaan Pemilu yang tak lama lagi akan berlangsung.

“Ketika teman-teman jurnalis mendapat informasi dari luar, silakan konfirmasi ke kita. Nomor telepon saya masih sama,” ucapnya.

Senada, Heryana Amir selaku Kadiv Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kotamobagu menambahkan, pihaknya membutuhkan dukungan dari media massa.

“Kita membutuhkan penguatan dari media massa. Karena teman-teman merupakan mitra kami,” ujarnya.

“Ke depannya, bila ada hal-hal yang perlu didiskusikan, bis akita ketemu di kantor atau langsung hubungi saya via telepon,” tambahnya.

Rakor tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Fahmi Gobel selaku mantan Ketua KPU Kabupaten Bolmong periode 2013-2018 dan Arie Setiawan Mokodompit selaku Kadiv HP2H Bawaslu Kotamobagu.

Dalam penyampaiannya, Fahmi Gobel menjelaskan mengenai Peran Media Massa dalam Pemilu tahun 2024.

Sedikitnya, ada empat peran media massa yang dijelaskannya, yakni memberikan informasi, membentuk opini publik, hiburan, dan mendorong partisipasi masyarakat.

“Yang perlu kita awasi pakan Pemilu yang berlangsung sesuai dengan azas Pemilu, yakni langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil,” terangnya.

Selanjutnya, Arie Setiawan Mokodompit menyemapiakan sosialisasi tahapan Pemilu 2024.

Menurutnya, media massa punya andil besar dalam pelaksanaan Pemilu.

“Bahkan, di beberapa kasus itu sepenuhnya adalah inisiatif dari teman-teman media atau partisipasi masyarakat di dalam memberikan informasi kepada Bawaslu terkait terjadinya pelanggaran Pemilu,” tutupnya. (Ind)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *