Buka acara STQH di Mooat, Sahrul Berharap Lahir Generasi Qur’ani

Boltim, Terkini316 Dilihat

JEJAK.NEWS, BOLTIM- Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sam Sachrul Mamonto dan Wakil Bupati Oskar Manoppo  membuka secara resmi Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH), ke VI se Kabupaten Bolaang Mongondow Timur di Desa Mooat, Kec Mooat pada Rabu 19/05/21. Acara ini berlangsung dengan menggunakan protokol standar Covid-19.

Melalui acara ini, Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto berharap masyarakat Boltim lebih serius membangun pengembangan spiritual dari segi keagamaan serta berperan serta menyebarkan ajaran serta spirit moral agama sehingga mampu menopang pembangunan daerah.

“Kegiatan seperti ini, diharapkan menjadi media dakwah dan syiar keagamaan yang efektif dan mampu menjadi daya dorong yang kuat untuk memacu percepatan pembangunan di segi keagamaan,” Sachrul berharap.

Baca Juga:Pemda Boltim Kunjungi dan Bantu Korban Bencana Alam Desa Bulawan

Bupati Sachrul juga menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya mampu membaca teks keagamaan secara verbal tetapi harus mampu menerjemahkan pesan agama dalam kehidupan sosial masyarakat sehingga agama bisa menjadi salah satu instrumen pembangunan sumber daya manusia yang berakhlakul karimah.

“Saya berharap melalui kegiatan STQH ini, dapat membangun akhlakul karimah, menjadi wahana untuk mencetak generasi Qur’ani, ” lanjut Sachrul.

Mamonto juga menginginkan agar acara ini berjalan dengan lancar dan aman serta tetap mempertahankan nilai sportivitas yang tinggi antar sesama peserta pertandingan sehingga mereka yang lolos nantinya adalah yang terbaik dari seluruh peserta sehingga mampu menjadi wakil Daerah pada tingkat Provinsi. 

“Selamat berlomba kepada seluruh peserta, semoga melalui kegiatan STQH ini dapat terpilih Qari’/Qari’ah, Hafidz/Hafidzah, yang betul-betul terbaik yang nantinya akan mewakili Boltim ke tingkat provinsi,” ujar Sachrul.

Baca Juga: Boltim Segera Buka Penerimaan CPNS Tahun 2021

“Saatnya kita kembali kepada tuntunan Al qur’anul karim sebagai landasan kita bertindak di dunia ini, dan juga sebagai filter menghadapi perkembangan zaman dan teknologi terutama bagi generasi penerus,” harapnya.

Di akhir pidatonya, Sachrul menjelaskan bahwa target kedepannya nanti adalah mewujudkan pembangunan sumberdaya manusia melalui program pendidikan satu Desa Satu Hafiz Qur’an dengan Buyat sebagai sentral pendidikan sebagai kota santri.

“Kepemimpinan saya dan Pak Oskar, setiap desa akan ada satu orang penghafal Al Quran dan desa khususnya Buyat bersatu akan dijadikan kota santri,” pungkasnya.

Terlihat hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala kantor kementerian agama Provinsi Sulut yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) bimbingan masyarakat islam, H Ulyas Taha para pimpinan SKPD, dan unsur Forkopimda.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar