Harlah GP Ansor Ke 87, PC Kotamobagu Gelar Gerakan Pesantren Aswaja

Kotamobagu122 Dilihat

JEJAK.NEWS, KOTAMOBAGU- GP Ansor PC Kotamobagu melaksanakan agenda cabang untuk penguatan pengetahuan di tingkatan kader pada bulan ramadhan lewat  Gerakan Pesantren Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) yang dilaksanakan pada 24-25 April 2021 di Masjid al-Hasan Kotobangon.

Dalam sambutannya, ketua PC Ansor Kotamobagu, Hamri Mokoagow, S.pd, MH. Mengapresiasi kerja-kerja panitia atas terselenggaranya kegiatan ini, beliau berharap output dari acara ini dapat melahirkan kader pengamal Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam sesuai dengan status kedatangan para nabi.

Baca juga: Launching DD, Pemkab Ingatkan Alokasi BLT Bagi KPM Harus Tepat Sasaran

“Kami berharap bahwa hasil dari pendidikan pesantren aswaja ini dapat melahirkan kader dan calon leader Ansor yang tetap konsisten menjaga Islam Rahmatan lil Alamin serta tetap setia menjaga NKRI dalam kontek berbangsa dan bernegara,” ungkap Hamri berharap.

Mewakili Ketua Pimpinan Wilayah, Jusran Deby Mokolanot, S.Ag, M.Si menyampaikan dalam sambuatannya turut menyesalkan kejadian akhir-akhir ini, beliau menyentil soal hilangnya pahlawan Nasional Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari dalam catatan kamus sejarah nasional. 

“Hal ini tidak boleh dibiarkan, sebab jasa para ulama terutama Kiai Hasyim Asy’ari dan Wahid Hasyim punya kontribusi besar terhadap negara ini,” jelas Jusran.

Baca juga: Climate Institute, FNF Indonesia dan Kemenkumham Gelar Diskusi: “Keadilan dan Kesejahteraan Ekologis”

Acara tersebut di buka langsung secara resmi oleh Pemerintah kotamobagu wakil walikota Nayodo Kurniawan, SH. Yang sekaligus juga sebagai kader Nahdlatul Ulama Kotamobagu.

Turut hadir juga Asep Sabar, Komisioner KPU Kotamobagu, beberapa staf khusus Gubernur Sulawesi Utara, Gunawan Lombu Stafsus Bidang Koperasi, Dra. Ane Dondokambey Stafsus Bidang Pendidikan, Max Low Siso Stafsus Bidang Politik Pemerintahan, serta Syarif Rahmat Mokoginta mantan Ketua Umum KPMIBM.

Baca juga: Bupati: Para Perawat Perempuan Adalah Kartini Boltim

Selesai pembukaan secara resmi kegiatan Gerakan Pesantren Aswaja, acara dilanjutkan dengan diskusi kebangsaan dengan mendaulat Max Siso sebagai pembicara.

“Dalam berbangsa dan bernegara, Nahdlatul Ulama dan GP Ansor telah menulis sejarah terhadap keberpihakan dan kesetiaannya kepada NKRI, hari ini Ansor menapakki jalan sunyi perjuangan dalam pempertahankan kedaulatan,” ungkap Siso.

“Hari ini ketika harus melawan aksi teror untuk menjaga keberlangsungan kemanusiaan, Ansor berani berdiri sendiri melawan kelompok yang anti dengan keberagaman,” pungkasnya.(asm).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar