79 Desa di Boltim Akan Studi Tiru Di Bandung dan Lombok 

Boltim, Terkini317 Dilihat

JEJAK.NEWS, BOLTIM– 79 Kepala Desa Se-Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dalam waktu dekat akan melakukan Studi Tiru terkait dengan Desa wisata, Desa digital dan Bumdes ke Kabupaten Bandung barat dan Lombok.

Informasi tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Boltim Hendra Tangel saat ditemui di ruang kerjanya, di Tutuyan pada Senin 08/08/22.

Menurutnya pelaksanaan study tiru oleh pemerintah desa se Boltim ini,  untuk menambah referensi secara langsung terkait bagaimana pengelolaan serta pengaplikasian desa wisata, desa digital dan bumdes di Boltim. 

“Selama ini, kita hanya sering melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) dalam kelas saja, pemerintah desa mengalami kesulitan dalam mengaplikasikannya, karena tidak ada contoh yang harus diikuti. Itulah sebabnya kita akan melaksanakan study tiru ini,” ungkap.

Baca Juga: Bupati Buka Bimtek Peningkatan Kapasitas Perangkat Desa

Studi tiru ini rencananya akan dilaksanakan pada dua daerah yang berbeda selama 3 hari. Hal ini dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan kondisi di Boltim yang memiliki dua wilayah yang berbeda yakni wilayah pesisir dan wilayah pegunungan.

Selain dua wilayah tersebut dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan kondisi Boltim, daerah tujuan tersebut juga merupakan daerah yang mempunyai prestasi di tingkat nasional, sehingga diharapkan para kepala desa di boltim nantinya dapat mengambil banyak manfaat dari studi tiru tersebut.

”Tujuan dipilihnya dua daerah yang berbeda tersebut, untuk menyesuaikan situasi dan kondisi wilayah pesisir dan pegunungan. Disana juga terdapat desa yang bumdesnya adalah yang terbaik nasional, kemudian ada juga Desa yang sudah menjalankan sistem pelayanan digital di desanya,” pungkasnya.

Sedangkan untuk keberangkatan para kepala desa tersebut nantinya akan dibagi dalam 2 kelompok, untuk 34 desa yang berasal dari wilayah pegunungan akan berangkat pada tanggal 10 menuju Bandung, Jawa Barat. Sedangkan 45 desa sisanya yang berasal dari wilayah pesisir akan berangkat setelah 17 agustus menuju Lombok.(*).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *