Menjadi Narasumber Latsar, Sachrul Bongkar Penyakit Yang Harus Dihindari ASN

Boltim, Terkini42 Dilihat

JEJAK.NEWS, BOLTIM– Selesai membuka secara resmi Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Bolaang Mongondow Timur (Boltim) angkatan 2019, Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto membawakan materi untuk peserta latsar.

Kegiatan latsar tersebut yang rencananya dilaksanakan mulai 11 Juli- 02 September 2022, Bupati mendapatkan kesempatan pertama dalam memberikan materi kepada peserta latsar CPNS Boltim dengan tema “ASN Berakhlak”.

Dalam pembahasannya, Bupati menekankan soal integritas seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), bagaimana seorang ASN harus mempunyai hal tersebut sebagai modal awal dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat nantinya.

“Integritas menjadi penting, karena menyangkut kejujuran dan tanggung jawab kalian, dengan adanya kejujuran kalian tidak akan berani melakukan hal-hal yang menyimpang,”jelas Sachrul ketika berdiri di hadapan peserta latsar.

Ia melanjutkan, bahwa biasanya ASN ketika telah mulai bertugas banyak ditemui yang mengidap beberapa penyakit berhubungan dengan kinerja mereka dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga: Buka Latsar CPNS Boltim, Bupati: Harus Bersyukur dan Jangan Pamer

“Beberapa penyakit yang sering ditemui pada para ASN, Contoh ada penyakit AIDS dimana ASN yang biasa Alpa, Ijin serta dikit-dikit sakit, Kudis atau kurang disiplin serta Pucat Pasi dimana PNS yang biasanya pulang cepat padahal masih pagi,” ungkapnya kepada peserta latsar.

Selain penyakit tersebut diatas, Ada pula penyakit yang berkaitan dengan kejiwaan yang harus dihindari PNS yakni, Asma

Atau asal mengisi absen, Batuk alias banyak ngantuk, Campak yakni ASN yang hobinya cari muka pakai alasan kerja dan terakhir penyakit Ginjal atau gajinya ingin dinaikan tapi kerjanya lambat.

Sahrul juga membeberkan, ada beberapa penyakit ASN yang berkaitan dengan sikap profesionalisme, diantaranya Kurap yakni penyakit kurang profesional atau kurang rapi. Ada juga TBC dimana ASN tidak bisa menggunakan computer, Panu yakni penyakit ASN yang bertindak sebagai piket asal nulis, Kram atau kurang terampil, Kutil PNS yang kurang teliti.

Adapun selain materi pembuka yang disampaikan oleh Bupati, para peserta latsar juga nantinya akan menerima beberapa materi sesuai dengan kurikulum latsar yang telah ditentukan oleh negara yang terbagi dua yakni kurikulum pembentukan karakter ASN dan Kurikulum penguatan kompetensi bidang tugas ASN yang meliputi perilaku sikap bela negara, nilai nilai dasar ASN, kedudukan peran ASN dalam NKRI dan Agenda habituasi(*).

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *