Prihatin Atas Kekerasan Yang Menimpa Sehan, Sachrul Minta Keluarga Fokus Pada Laporan 

Boltim, Hukrim, Terkini330 Dilihat

JEJAK.NEWS, BOLTIM– Kasus penganiayaan yang terjadi pada mantan Bupati Boltim sehan landjar mendapat tanggapan dari Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto, kepada wartawan saat di konfirmasi lewat telepon, pada Minggu 02/10/22.

Mamonto mengatakan, seharusnya pihak Sehan Landjar fokus saja pada laporan atas dugaan penganiayaan yang terjadi padanya, tak perlu harus memperluas masalah dengan mengait ngaitkan Kapolres Kota Kotamobagu (KK) AKBP Irham Halid. 

Beliau melanjutkan, soal dugaan terjadinya pembiaran itu tidak mungkin sebab buktinya saat itu juga Kapolres langsung memisahkan keduanya, dan langsung memerintahkan anak buahnya untuk mengamankan tersangka ke polsek kotamobagu.

Setelah kejadian tersebut, Kapolres mengawal dan membawa langsung Sehan ke rumah sakit untuk segera mendapatkan perawatan, dengan demikian dia berharap agar masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang simpang siur dan tidak begitu jelas.

Baca Juga: SSM Tutup Tahun Dengan Rolling 140 Jabatan Fungsional

“Saya sangat prihatin dengan masalah ini apalagi pak sehan landjar adalah mantan Bupati Boltim, sebagai Bupati tentu saya sangat menyesalkan penganiayaan ini terjadi, tapi sebaiknya pak sehan dan keluarganya fokus saja pada laporan penganiayaan yang dilakukan oleh AK, karna juga tidak ada manfaatnya mengait ngaitkan kapolres kotamobagu dengan laporan penganiayaan terhadap dirinya, ini justru kurang menguntungkan untuk pelapor” ungkapnya.  

Menurut Sachrul, tidak mungkin Kapolres membiarkan AK menganiaya Sehan Landjar tepat di depan matanya, apalagi mereka sama sama pernah menjadi Forkopimda di Boltim, saat Sehan Masih menjabat Bupati dan AKBP Irham Halid sebagai kapolres Boltim.

“Mereka saling kenal dekat jadi saya pikir bahwa tidak akan mungkin Pak Kapolres KK membiarkan AK menganiaya Sehan Landjar di depannya. Bahkan sebaliknya apabila Kapolres ini tidak berada ditempat itu, mungkin kejadiannya akan lebih parah,” jelas Sachrul.

“Saya secara pribadi menyayangkan kejadian ini, apalagi yang dianiaya adalah mantan Bupati saya meminta agar pihak Polda mengusut kasus ini sampai tuntas,” ujar Sahrul. 

Sachrul juga menjelaskan bahwa saat ini dirinya masih di Manado, sekembalinya dari Manado baru beliau akan menjenguk untuk melihat langsung keadaan Sehan Landjar.(*).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *