Disebut Sebagai Ibu Kota Sampah, Bupati: TPA, Anggaran dan Kebijakan Adalah Warisan Pemerintah Sebelumnya

Boltim, Terkini494 Dilihat

JEJAK.NEWS, BOLTIM– buapti Bolaang Mongondow Timur menanggapi video salah satu channel youtube Boltimstar TV Official yang menyatakan bahwa Boltim jadi Ibu Kota Sampah, pada Senin 20/12/21 di Tutuyan ketika memimpin apel pagi.

Channel YouTube tersebut diberi judul “Viral, akibat tidak adanya TPA, akhirnya Boltim menjadi seperti Ibu Kota sampah”. menanggapi hal tersebut, Bupati menjelaskan masalah terkait belum adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Boltim, adalah warisan dari Pemerintah sebelumnya.

“Saya dan Wabup baru dilantik pada awal tahun 2021. Jadi masalah sampah serta belum adanya TPA di Boltim, itu masih warisan dari Pemerintah sebelumnya,” jelas Bupati saat memimpin apel.

Bupati melanjutkan bahwa perumusan program kegiatan tahun anggaran 2021 yang saat ini sedang berjalan, masih merupakan program warisan dari Pemerintah yang lama, baik itu tahapan pembahasan anggaran hingga penetapan dengan paripurna di DPRD sudah clear sejak akhir tahun 2020.

“Saya dan Wabup tinggal menjalankan program yang sudah ada, kecuali program pada tahun anggaran 2022, itu sudah 100 persen program dari Pemerintahan Saya dan Wabup,” tegas Bupati.

Terkait pembangunan TPA tahun anggaran 2021, Bupati mengatakan bahwa memang pada tahun anggaran ini, TPA tidak masuk dalam RTRW dan RPJMD.

Baca Juga: Pemdes Pontim Gelar Sosialisasi, Fasilitasi dan Evaluasi BUMDes 

Bupati juga berharap agar masyarakat lebih objektif menilai persoalan apalagi terkait kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintahan yang lama, sehingga hal ini tidak menjadi bias yang berujung pada subjektifitas penilaian.

“Saya berharap, kita semua bisa lebih cerdas lagi dalam menilai suatu persoalan,” tambah Bupati.

Untuk meminimalisir penumpukan sampah di suatu tempat, Bupati menghimbau agar masyarakat sadar dan turut mengambil peran dalam tanggung jawab terhadap lingkungan dengan segera memusnahkan sampah masing-masing dengan cara dibakar.

“Akan lebih baik jika setiap rumah memiliki lubang sampah di pekarangan masing-masing, dan sampah-sampah itu setiap hari dibakar. Jangan dibuang di selokan atau di tempat lain yang justru bisa merusak lingkungan kita sendiri. Sebab, penanganan sampah akan lebih maksimal jika semua elemen baik Pemerintah maupun masyarakat dapat bekerjasama,” tandas Bupati.(*).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *