Bupati Latih Anggota BPD Untuk Pahami Regulasi dan Tupoksi 

Boltim, Terkini480 Dilihat

JEJAK.NEWS, BOLTIM– Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sam Sachrul Mamonto, memberikan materi tentang regulasi dan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) BPD untuk memperkuat kelembagaan dan peran penting BPD dalam memajukan desa, kepada ratusan anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) di lantai satu kantor Bupati. Selasa, 06/09/22.

Dalam penyampaiannya, Bupati menjabarkan materi terkait dengan regulasi yang mengatur tentang pemerintahan desa menggunakan power point di hadapan ratusan anggota BPD, mengulas tentang ruang lingkup BPD dalam menjalankan Tupoksi sebagai pengawas bagi pemerintahan desa.

Ia juga menjelaskan batasan-batasan tentang apa yang bisa dilakukan dan tidak bisa dilanggar oleh anggota BPD selama menjalankan tugas sebagai perwakilan masyarakat di tingkat desa dalam mengawal aspirasi warga dalam melaksanakan pembangunan.

Baca Juga: Apresiasi Pertandingan Sepakbola Di Desa Paret, Bupati Akan Gelar Turnamen 

Selain itu, Bupati menerangkan bahwa pemilihan ratusan anggota BPD yang telah berlangsung dan untuk mereka yang terpilih sudah diambil sumpah, dilakukan dengan cara demokratis sesuai dengan pilihan masyarakatnya di Desa Masing-Masing. Dengan demikian beliau meminta kepada semua anggota BPD yang terpilih untuk menunjukan kinerja agar tidak mengecewakan masyarakat yang memilih.

“Ada anggota BPD yang dilantik sudah menjabat sejak tahun 2010 dan kemudian terpilih lagi. Ini membuktikan bahwa pemilihan yang telah dilakukan sangat demokratis,” kata Sachrul.

“Tugas dari BPD laksana tugas DPRD dengan Pemerintah Daerah, kendati melaksanakan pengawasan namun tetap harus bersinergi untuk kemajuan daerah. Begitu juga di desa, BPD sebagai lembaga untuk kemajuan desa yang harus bersinergi dengan Pemdes baik dalam fungsi pengawasan maupun penyusunan peraturan desa,” lanjutnya dihadapan para anggota BPD.

Bupati juga mengatakan bahwa pin yang dikenakan oleh anggota sangat prestise dan memiliki sebuah kebanggaan. Untuk masa khidmat pada periode ini adalah yang pertama di Boltim seluruh anggota BPD mendapatkan pin, larena pada periode sebelumnya mereka yang menjadi anggota BPD belum mendapatkan pin, artinya mereka yang telah diberikan pin adalah orang yang sudah disaring oleh masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya.

“Dari puluhan ribu masyarakat Boltim hanya tiga ratusan lebih yang bisa menggunakan pin yang bapak ibu BPD kenakan sekarang. Karena bapak/ibu terpilih berdasarkan regulasi yang ada. Jadi Pin yang dikenakan oleh anggota BPD adalah bentuk penghargaan dari negara,” Pungkas Mamonto.(*).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *