Balai Sungai Provinsi Lalai, Motongkad Kembali Tenggelam

Boltim, Terkini278 Dilihat

JEJAK.NEWS, BOLTIM– Cuaca ekstrim dengan curah hujan yang tinggi sering terjadi akhir-akhir ini, kini kembali membawa bencana banjir. Bencana banjir tersebut kembali menerjang pemukiman penduduk di Desa Motongkad Utara. Senin, 16/05/22

Terlihat dalam pantauan media puluhan rumah warga kembali terendam banjir akibat luapan Sungai Lonsiow dan Luwan karena intensitas curah hujan yang tinggi sehingga luapan kedua sungai tersebut menggenangi pemukiman warga yang tinggal dekat Daerah Aliran Sungai (DAS).

Sebelumnya, beberapa waktu lalu di lokasi yang sama beberapa rumah warga hanyut diterangkan banjir bandang kiriman air dari hulu sungai tersebut yang meluap karena debit air yang meningkat ketika di musim penghujan.

Untuk menanggulangi bencana tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dengan dipimpin langsung oleh Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto telah melakukan koordinasi dengan Balai Sungai Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan datang meninjau langsung lokasi bencana tersebut.

Dari pihak Balai Sungai sendiri Ir. I Komang Sudana sebagai kepala Balai Sungai Sulut sudah menyanggupi akan melakukan langkah antisipasi dengan melakukan pemasangan kawat bronjong sepanjang 100 Meter sebagai tanggul penahan erosi tanah, namun sejauh ini belum terealisasi secara maksimal sehingga Desa Motongkad kembali terendam banjir.

Bupati Boltim sendiri ketika memberikan keterangan kepada media mengatakan bahwa Pihak Pemkab sudah melakukan upaya yang maksimal, dengan menyertakan data pendukung kepada pihak Balai sehingga seharusnya hari ini pihak Balai Sungai sudah memenuhi tanggung jawabnya namun sampai saat ini mereka lalai.

Baca Juga: Hadiri Perayaan Ketupat Di Kecamatan Modayag, Warga Berebut Menjamu Bupati

“Kegiatan itu murni kegiatan balai sungai, data pendukung semua sudah diserahkan pemkab, bahkan kepala balai sudah datang langsung bersama tim untuk meninjau lokasi, anggaran sudah dihitung. bahkan mereka juga menghibahkan bronjong untuk penguat tanggul, masalahnya bukan koordinasi yang tidak maksimal, tapi balai yang terlihat lalai dan abai,” jelas Bupati.

“Hampir setiap minggu saya meminta laporan dan progres dari Dinas terkait soal tanggul di Motongkad, karena kami memperkirakan akan terus terjadi banjir susulan disebabkan curah hujan yang terus meningkat,” lanjutnya.

“Padahal soal dukungan dari pemda boltim mulai dari mediasi lahan hibah sudah dilaksanakan. Upaya maksimal sudah kami laksanakan tinggal dari balai, hari ini semua foto banjir kami share ke kepala balai,” terangnya.

Disisi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Haris Sumantha ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut turut membenarkan pernyataan Bupati tersebut dan sudah melakukan upaya secara maksimal termasuk mediasi dengan warga pemilik lahan untuk menghibahkan lahannya untuk kepentingan tersebut.

“Pihak pemda selalu melakukan koordinasi dengan pihak balai sungai, lalu sempat terkendala terkait lahan, dan sudah selesai, hibah masyarakat sudah diserahkan ke pihak balai,” jawab Haris singkat.

Terinformasi, selain Desa Motongkad Utara ada beberapa Desa lainnya yang sedang dilanda bencana banjir di wilayah Kabupaten Boltim diantaranya Desa Buyat dan Jiko Belanga.(*).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *