Segera Cair, Ratusan Mahasiswa Dan Santri Di Boltim Dapatkan Beasiswa

Boltim, Terkini481 Dilihat

JEJAK.NEWS, BOLTIM– Mahasiswa Dan Santri asal Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mendapat kabar baik, hal ini berkaitan dengan akan dicairkannya Beasiswa melalui program Anak Asuh pemerintah daerah kepada sejumlah Santri dan Mahasiswa. 

Program anak asuh sendiri adalah program yang disediakan oleh pihak pemerintah daerah kepada pelajar, mahasiswa dan santri. Hal ini salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan dan peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) di Boltim. 

Terkait dengan hal itu, Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemda Boltim Rita Kamumu, menjelaskan. Pencairan beasiswa anak asuh ini tinggal menunggu APBD Perubahan action.

“Pencairan beasiswa, kami tinggal menunggu APBD-P. Kemudian dari itu nama-nama ini akan diinput dalam aplikasi SIPD,’’ kata Rita Kamumu, pada Kamis, 20/10/22.

Rita menjelaskan, untuk tahun 2022 ini ada ratusan mahasiswa dan puluhan santri yang mengajukan berkas untuk bantuan beasiswa dari pemda Boltim. 

“Kurang lebih 530 orang mahasiswa dan 29 santri mengajukan berkas. Dari jumlah itu dilakukan verifikasi berkas ekstra ketat sampai verifikasi faktual di masing-masing kampus,” ujarnya.

Baca Juga: Dinas Pendidikan Boltim Lakukan Sosialisasi Penggunaan Pakaian Adat Untuk Siswa

Dalam keterangannya, Pemkab Boltim telah mengalokasi anggaran beasiswa anak asuh dan santri sebesar Rp 1,2 miliar dengan rincian Rp. 2 juta per tahun untuk masing-masing mahasiswa dan untuk santri Rp. 750 ribu setiap bulannya.

Namun bagi calon penerima, ada persyaratan khusus wajib dipenuhi mahasiswa. Antara lain, bukti keaktifan kuliah dengan melampirkan kwitansi SPP semester berjalan dan pertanggungjawaban dana.

“Jadi ketika nanti dibayarkan beasiswanya, harus membawa kwitansi pembayaran SPP semester berjalan dan laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran tersebut,” bebernya

Kamumu menegaskan. beberapa syarat mahasiswa tidak bisa menerima bantuan anak asuh adalah sudah menerima beasiswa di tempat lain, anak seorang ASN dan dalam satu keluarga terdapat dua mahasiswa maka harus memilih salah satu.

“Mahasiswa tidak mendapat beasiswa, yakni sudah menerima beasiswa di tempat lain kemudian, anak ASN dan satu keluarga terdapat dua penerima maka salah satunya harus memilih salah satu” tegas Kamumu.

Program bupati ini patut diapresiasi karena Pemkab Boltim memiliki dua program beasiswa di yakni, beasiswa anak asuh dan beasiswa satu desa satu santri.(*).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *