Kongo, Negara Miskin Dengan Penghasil Berlian Terbesar Kedua di Dunia

Nasional, Terkini338 Dilihat

JEJAK.NEWS, NASIONAL- Republik Demokratik Kongo (Kongo), negara yang terletak di Sub-Sahara Afrika Tengah. Meskipun terkenal dengan negara yang miskin, namun Kongo memiliki sumber daya alam yang kaya terutama di sektor pertambangan. 

Dalam catatan Bank Dunia, 72% rakyat Kongo di wilayah Barat Laut dan kawasan Kasai berada di bawah garis kemiskinan ekstrem pada tahun 2018. Rata-rata pendapatan mereka US$ 1,9 perhari. Dengan asumsi kurs Rp 14.000 maka nominal tersebut hanya sebesar Rp 26.600.

Di tengah resesi ekonomi yang melanda negara tersebut membuat produk domestik bruto (PDB) menyusut 2,2% tahun lalu, Kongo seolah mendapat kabar yang menggembirakan. 

Belum lama ini di media sosial beredar video yang jadi viral karena Kongo menemukan gunung emas yang baru dan penemuan gunung emas ini diakui pemerintah setempat. 

Dilansir dari CNBC Indonesia, Emas bukanlah mineral utama yang membuat negara Kongo terkenal, melainkan berlian. Bisnis pertambangan berlian di Kongo sangatlah menggiurkan. Nilai ekonomi sektor ini ditaksir mencapai triliunan dolar AS. 

Berdasarkan data US Geological Survey (USGS), cadangan berlian Kongo mencapai 150 juta karat. Jika dikonversi ke dalam satuan berat massa maka setara dengan 33 ton. 

Kongo adalah negara kedua yang memiliki cadangan tambang berlian terbesar setelah Rusia. Di posisi pertama Negara Beruang Merah tercatat memiliki cadangan berlian mencapai 650 juta karat. 

Sedangkan pada peringkat ketiga sampai kelima ada Bostwana, Afrika Selatan dan Australia yang masing-masing memiliki cadangan mencapai 90 juta karat, 54 juta karat dan 39 juta karat. 

Total cadangan berlian di dunia kini tercatat mencapai 1 miliar karat. Artinya Kongo berkontribusi hampir 15% dari total cadangan dunia. Bersama dengan Rusia dan Bostwana ketiganya menguasai hampir 90% dari total cadangan berlian global.

Dari segi produktivitas, Kongo menempati urutan ketiga dunia dengan total produksi per tahun mencapai 12 juta karat. Di posisi pertama dan kedua ada Rusia serta Australia dengan total produk masing-masing mencapai 19 juta karat dan 13 juta karat. 

Selama bertahun-tahun, negara-negara tersebut telah memimpin dunia dalam hal produksi mineral tambang berlian dengan konsisten memproduksi lebih dari satu juta karat per tahun.(*).

Sumber: CNBC Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *