Gelar Rakor, Bawaslu Sulut Sosialisasi Pilkada 2020 di Boltim

Boltim137 Dilihat

JEJAK.NEWS, BOLTIM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), terus turun melakukan rapat koordinasi untuk mendorong partisipasi masyarakat terhadap Pilkada Serentak 2020.

Rakor yang dilaksanakan di Cafe Goba Molunou Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melibatkan tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh agama.

Mustarin Humagi dalam pembukaan rakor terus mengimbau, untuk menolak politik uang. Dan meminta agar pengawasan partisipatif masyarakat terus ditingkatkan hingga ajakan mencoblos pada 9 Desember mendatang.

Mustarin mengatakan, Bawaslu terus mendorong partisipasi masyarakat pada Pilkada Sulut 2020. Selain itu terus mengajak seluruh masyarakat untuk turut mengawasi Pilkada Sulut serta pilkada yang ada di tujuh daerah yang akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020.

“Kami mengajak masyarakat aktif mengawasi guna mewujudkan pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta bupati dan wakil bupati Boltim yang bersih, berintegritas, dan bermartat,” ujar Mustarin Sabtu 21 November 2020.

lanjutnya, Bawaslu terus mengajak masyarakat memberantas praktik politik uang dengan cara tolak dan laporkan. Sebab, menjanjikan, memberikan, atau menerima uang atau materi lainnya yang memengaruhi pilihan kepada calon tertentu dianggap perbuatan melawan hukum.

“Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota ada ancaman pidana enam tahun penjara dan denda hingga Satu miliar terhadap praktik politik uang itu,” tegasnya.

Rakor tersebut menghadirkan para narasumber. Seperti Zulkifli Golonggom, yang berasal dari Jaringan Demokrasi Indonesia. JaDI. Harris Sumanta, Ketua IKA PMII Boltim, serta sejumlah komisioner Bawaslu Boltim.

Mustarin menambahkan, ajakan Bawaslu semua civil sosiate agar berperan aktif dalam penyelenggaraan Pilkada di Provinsi Sulut.

“Jika ada unsur pelanggaran seperti money politik, ASN yang berpihak dan mengkampanyekan salah-satu pasangan calon, maka dengan terbuka Bawaslu secara berjenjang siap menindaki semua pelanggaran yang ada dengan ketentuan2 yang ada dalam undang-undang,” tegas Koordinator Divisi Penanganan dan Pelanggaran ini Bawaslu Sulut ini.

Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Zulkifli Golonggom mengatakan, momentum Pilkada pada kali ini merupakan Pilkada yang mempunyai perbedaan dengan Pilkada sebelumnya. Menurut Zulkifli Pilkada tahun ini memastikan Protokol kesehatan.

“Memang agak berbeda dari Pilkada sebelumnya. Kalau Pilkada tahun ini, ditambahkan dengan Protokoler kesehatan. Bahkan ada sangsi jika Paslon tak mematuhi protokoler kesehatan,” ucapnya.

Sedangkan Ketua IKA PMII Boltim Harris Sumanta mengatakan, peran pemuda pada Pilkada 2020 ini sangat penting. Dimana distribusi di penyelenggara pemilu, saat ini distribusi pemuda dalam hajatan pesta demokrasi mulai masuk di lembaga penyelenggara. Baik KPU maupun Bawaslu.

“Mengutip dari status pada media sosial kawan saya, Sahabat itu merangkul bukan menyerempet dari samping,’ ungkapnya.

Dia berharap Pilkada serentak 2020 akan berlangsung aman dan damai dengan partisipasi masyarakat yang tinggi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *