Inspirasi bagi Indonesia, Gus AMI Baca Puisi ‘Inilah Saatnya’ Karya Rendra

Nasional, Terkini277 Dilihat

JEJAK.NEWS, JAKARTA – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus AMI membacakan sebuah puisi karya WS Rendra berjudul ‘Inilah Saatnya’ dalam forum bertajuk “Rindu Rendra” tahun 2020 yang digelar Komunitas Burung Merak Rendra (KBMR) secara daring, Sabtu, 7 November 2020.

Puisi itu sengaja dibaca Gus AMI sebagai pemantik semangat bagi Indonesia yang kini tengah mengalami masa-masa sulit bergelut dengan pandemi Covid-19.

“Hari ini kita Rindu Rendra tepat ketika kita sedang mengalami masa-masa sulit. Puisi Rendra di mana kita sedang dikacaukan oleh pandemi yang kita rasakan membuat seluruhnya stagnan, mencari bentuk baru baik dalam kehidupan sosial kemasyarakatan maupun pemerintahan,” tutur Gus AMI.

Berikut teks lengkap puisi Inilah Saatnya karya Rendra yang dibacakan Gus AMI:

INILAH SAATNYA

WS Rendra

Inilah saatnya

melepas sepatu yang penuh kisah

meletakkan ransel yang penuh masalah

dan mandi mengusir rasa gerah

menenangkan jiwa yang gelisah.

Amarah dan duka

menjadi jeladri dendam

bola-bola api tak terkendali

yang membentur diri sendiri

dan memperlemah perlawanan.

Sebab seharusnya perlawanan

membuahkan perbaikan,

bukan sekadar penghancuran.

Inilah saatnya

meletakkan kelewang dan senapan,

makan sayur urap

mengolah pencernaan,

minum teh poci,

menatap pohon-pohon

dari jendela yang terbuka.

Segala macam salah ucap

bisa dibetulkan dan diterangkan.

Tetapi kalau senjata salah bicara

luka yang timbul panjang buntutnya.

Dan bila akibatnya hilang nyawa

bagaimana akan membetulkannya?

Inilah saatnya

duduk bersama dan bicara.

Saling menghargai nyawa manusia.

Sadar akan rekaman perbuatan

di dalam buku kalbu

dan ingatan alam akhirat.

Ahimsa,

tanpa kekerasan menjaga martabat bersama.

Anekanta,

memahami dan menghayati

keanekaan dalamkehidupan

bagaikan keanekaan di dalam alam.

Menerima hidup bersama

dengan golongan-golongan yang berbeda.

Lalu duduk berunding

tidak untuk berseragam

tetapi untuk membuat agenda bersama.

Aparigraha,

masing-masing pihak menanggalkan pakaian

menanggalkan lencana golongan

lalu duduk bersama.

Masing-masing pihak hanya memihak

kepada kebenaran.

Inilah saatnya

menyadari keindahan kupu-kupu beterbangan.

Bunga-bunga di padang belantara

Lembutnya daging dan susu ibu

dan para cucu masa depan

mencari Ilham.

Sumber: Radarbangsa.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *